NIM : 250012174
Prodi : D3 kebidanan/1D
MATERI PENYULUHAN
PENYAKIT CAMPAK
I. Pengertian campak
Penyakit Campak (Rubeola,
Campak 9 hari, measles) adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang
ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat
mata/konjungtiva) dan ruam kulit. Penyakit ini disebabkan karena infeksi virus
campak golongan paramexovirus.
Penularan infeksi terjadi
karena menghirup percikan ludah penderita campak. Penderita bisa menularkan
infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum rimbulnya ruam kulit dan 4 hari
setelah ruam kulit ada.
Sebelum vaksinasi campak digunakan secara meluas, wabah campak terjadi
setiap 2-3 tahun, terutama pada anak-anak usia pra-sekolah dan anak-anak SD.
Jika seseorang pernah menderita campak, maka seumur hidupnya dia akan kebal terhadap
penyakit ini.
II Penyebab campak
Campak, rubeola, atau
measles adalah penyakit infeksi yang sangat mudah menular atau infeksius sejak
awal masa prodromal, yaitu kurang lebih 4 hari pertama sejak munculnya ruam.
Campak disebabkan oleh paramexovirus ( virus
campak). Penularan terjadi melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun
tenggorokan penderita campak (air borne disease). Masa inkubasi adalah 10-14
hari sebelum gejala muncul.
Kekebalan terhadap campak
diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif dan kekebalan pasif pada seorang
bayi yang lahir ibu yang telah kebal (berlangsung selama 1 tahun). Orang-orang
yang rentan terhadap campak adalah:
-
bayi berumur lebih dari 1 tahun
-
bayi yang tidak mendapatkan imunisasi
-
remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua.
III.Gejala gejala campak
Gejala awal penyakit campak
ini dimulai dengan adanya batuk-batuk dan pilek. Lalu, 1-2 hari kemudian timbul
demam yang tinggi dan turun naik berkisar antara 38-40 derajat, selama lima
hari. Biasanya dibarengi dengan mata merah dan seperti berair.
Pada saat itu pula,
biasanya muncul bintik putih seperti Koplik spot di sebelah dalam mulut. Dan
ini biasanya akan bertahan 3-4 hari. Kadang-kadang juga disertai dengan
munculnya diare. Memasuki hari kelima demamnya akan tinggi sekali. "Pada
waktu itulah, bercak merah mulai keluar."
Bercak merah campak
berbeda dengan bercak biang keringat, misalnya. Karena, biang keringat tidak
dibarengi dengan demam. Bercak-bercak merah ini muncul secara bertahap dan
merambat. Lokasi "khusus" ini biasanya muncul pertama kali di
belakang kuping, leher, dada ke bawah, tangan, kaki lalu ke muka.
Panas + Bercak di tubuh
ada kira kira 30 an jenis penyakit. Tidak selalu mudah mendiagnosa campak,
bahkan oleh DSA kecuali dijumpai adanya Koplik Spot (ini tanda pasti) yang
biasanya hilang < 24 jam.
Gejala mulai timbul dalam
waktu 7-14 hari setelah terinfeksi, yaitu berupa: - Panas badan - nyeri
tenggorokan - hidung meler ( Coryza ) - batuk ( Cough ) - Bercak Koplik - nyeri
otot - mata merah ( conjuctivitis )
2-4 hari kemudian muncul bintik putih kecil di mulut bagian dalam (bintik
Koplik). Ruam (kemerahan di kulit) yang
terasa agak gatal muncul 3-5 hari setelah timbulnya gejala diatas. Ruam ini
bisa berbentuk makula (ruam kemerahan yang mendatar) maupun papula (ruam
kemerahan yang menonjol). Pada awalnya ruam tampak di wajah, yaitu di depan dan
di bawah telinga serta di leher sebelah samping. Dalam waktu 1-2 hari, ruam
menyebar ke batang tubuh, lengan dan tungkai, sedangkan ruam di wajah mulai
memudar.
Pada puncak penyakit,
penderita merasa sangat sakit, ruamnya meluas serta suhu tubuhnya mencapai 40°
Celsius. 3-5 hari kemudian suhu tubuhnya turun, penderita mulai merasa baik dan
ruam yang tersisa segera menghilang.
Demam, kecapaian, pilek,
batuk dan mata yang radang dan merah selama beberapa hari diikuti dengan ruam
jerawat merah yang mulai pada muka dan merebak ke tubuh dan ada selama 4 hari
hingga 7 hari.
IV.Komplikasi campak
Pada anak yang sehat dan gizinya
cukup, campak jarang berakibat serius. Beberapa komplikasi yang bisa
menyertai campak:
-
Infeksi bakteri : pneumonia dan Infeksi telinga tengah
-
Kadang terjadi trombositopenia (penurunan jumlah trombosit), sehingga pendeita
mudah memar dan mudah mengalami perdarahan
-
Ensefalitis (inteksi otak) terjadi pada 1 dari 1,000-2.000 kasus.
V. Diagnosa campak
Diagnosis ditegakkan
berdasarkan gejala dan ruam kulit yang khas.
Pemeriksaan lain yang mungkin perlu dilakukan:
-
pemeriksaan darah, pemeriksaan darah tepi
-
pemeriksaan Ig M anti campak
-
Pemeriksaan komplikasi campak :
·
enteritis
·
Ensephalopati,
·
Bronkopneumoni
VI. Pengobatan campak
Tidak ada pengobatan
khusus untuk campak. Anak sebaiknya menjalani tirah baring. Untuk menurunkan
demam, diberikan asetaminofen atau ibuprofen. Jika terjadi infeksi bakteri,
diberikan antibiotik.
VII. Pencegahan campak
Vaksin campak merupakan
bagian dari imunisasi rutin pada anak-anak. Vaksin biasanya diberikan dalam
bentuk kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman (vaksin MMR/mumps, measles,
rubella), disuntikkan pada otot paha atau lengan atas.
Jika hanya mengandung
campak, vaksin dibeirkan pada umur 9 bulan. Dalam bentuk MMR, dosis pertama
diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun.
selain itu penderita juga
harus disarankan untuk istirahat minimal 10 hari dan makan makanan yang bergizi
agar kekebalan tubuh meningkat.
VIII. Waktu Inkubasi campak
Waktu terpapar sampai kena
penyakit: Kira-kira 10 sampai 12 hari sehingga gejala pertama, dan 14 hari
sehingga ruam muncul. Imunisasi (MMR) pada usia 12 bulan dan 4 tahun. Orang
yang dekat dan tidak mempunyai kekebalan seharusnya tidak menghadiri sekolah
atau bekerja selama 14 hari.
#Tugas memberikan penyuluhan kpd teman sekelas (tanpa teks) . matkul bhs.indonesia :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar